Senin, 16 Desember 2024

9 Makanan Khas Banten Paling Nikmat, Wajib untuk Dicoba!

 Ada rabeg, sate bandeng, angeun lada, dan masih banyak lagi

15 Makanan Khas Banten Paling Nikmat, Wajib untuk Dicoba!
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita Putri
Disunting oleh Amelia Riskita Putri

Ada berbagai makanan khas Banten yang menggugah selera.

Setiap hidangan khas di Banten mencerminkan tradisi dan budaya masyarakat setempat, sehingga kulinernya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas daerah ini.

Dari jajanan pasar hingga hidangan utama, cita rasa kuliner Banten tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga sarat makna dan sejarah.

Makanan Khas Banten

Nah, penasaran apa saja makanan khas Banten yang bisa dicoba? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

1. Pecak Bandeng

Pecak Bandeng
Foto: Pecak Bandeng (Cookpad.com/Lionie1305)

Pecak bandeng adalah salah satu makanan khas Banten yang terkenal dengan cita rasa pedas dan segar.

Hidangan ini memadukan gurihnya ikan bandeng dengan sambal pecak, yaitu sambal khas yang diberi perasan jeruk nipis untuk memberikan rasa asam menyegarkan.

Bagi Moms yang merupakan pencinta kuliner pedas, pecak bandeng wajib dicoba saat berkunjung ke Banten.

2. Nasi Bakar Sumsum

Nasi Bakar Sumsum
Foto: Nasi Bakar Sumsum (Indonesiakaya.com)

Nasi bakar sumsum adalah hidangan yang menggabungkan nasi yang diisi dengan sumsum tulang sapi, kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar hingga harum.

Saat dibakar, sumsum yang lumer akan menyatu dengan nasi, sehingga memberikan sensasi gurih dan lembut di setiap suapan.

Nasi bakar sumsum juga sering disajikan dengan pelengkap seperti sambal dan lalapan.

3. Ketan Bintul

Ketan Bintul
Foto: Ketan Bintul (Cookpad.com/haecony)

Hidangan ini terbuat dari beras ketan yang ditanak hingga matang, kemudian dicampur dengan serundeng kelapa berbumbu.

Ketan bintul bukan sekadar makanan ringan biasa karena dulunya, hidangan ini menjadi favorit Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan pertama Banten, terutama sebagai menu berbuka puasa.

Hingga kini, ketan bintul tetap menjadi sajian ikonik saat Ramadan.

4. Opak

Opak
Foto: Opak (Cookpad.com/desmawatikuretangin)

Opak adalah salah satu makanan khas Banten yang dikenal sebagai camilan tradisional dengan cita rasa gurih dan renyah.

Terbuat dari bahan dasar tepung beras, ketan, atau singkong, adonan opak diproses secara tradisional hingga menghasilkan tekstur yang renyah saat digigit.

Makanan ini populer di kalangan masyarakat Banten sebagai pelengkap saat berkumpul, terutama pada acara keluarga atau perayaan adat.

5. Kue Jojorong

Kue Jojorong
Foto: Kue Jojorong (Cookpad.com/ratnapuspitta18)

Makanan khas Banten lainnya adalah kue jojorong yang disajikan menggunakan daun pisang.

Bahan dasar untuk membuat kue jojorong meliputi tepung beras, tepung kanji, gula merah, dan santan.

Kue ini terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan putih di bagian atas yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan, dan lapisan bawah dari gula merah cair.

Saat dikukus, kedua lapisan tersebut melebur dengan sempurna, sehingga menghasilkan rasa yang manis sekaligus gurih saat disantap.

6. Gipang

Gipang
Foto: Gipang (Cookpad.com/bintisae)

Gipang terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan gula cair dan kadang ditambahkan bahan-bahan lain seperti air asam untuk memberikan sedikit rasa segar.

Beras ketan yang digunakan bisa berupa ketan putih atau ketan merah, memberikan variasi warna dan rasa.

Saat ini, gipang juga hadir dalam berbagai varian rasa, seperti pandan, kacang, hingga selai kacang.

Ciri khas dari gipang adalah perpaduan teksturnya yang renyah di luar namun sedikit lengket di dalam, terutama karena penggunaan gula cair sebagai perekat.

Proses pembuatan gipang cukup unik karena ketan yang telah dimasak dipadatkan dan dibiarkan hingga mengeras, lalu dipotong dalam bentuk persegi panjang.

7. Sate Bandeng

Sate Bandeng
Foto: Sate Bandeng (Ppid.serangkota.go.id)

Sate bandeng sudah ada sejak masa Sultan Maulana Hasanuddin, sultan pertama Kesultanan Banten, sekitar abad ke-16.

Pada awalnya, hidangan ini diciptakan untuk menyiasati banyaknya duri pada ikan bandeng agar lebih aman dan mudah dinikmati oleh bangsawan kerajaan.

Proses pembuatan sate bandeng cukup rumit dan memerlukan ketelatenan.

Sebab, daging ikan bandeng harus dipisahkan dari kulit dan durinya, kemudian dicampur dengan bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, santan, dan gula merah.

Setelah itu, adonan ikan tersebut dikembalikan ke dalam kulit bandeng, dibentuk memanjang, dan dijepit menggunakan bilah bambu.

Proses terakhir adalah memanggangnya hingga matang sempurna dan menghasilkan aroma khas serta rasa yang gurih.

8. Angeun Lada

Angeun Lada
Foto: Angeun Lada (Cookpad.com/HeniSuryani)

Sesuai dengan namanya, "angeun" berarti sayur, dan "lada" merujuk pada cabai atau rasa pedas.

Komposisi utama angeun lada adalah jeroan sapi, seperti babat, hati, usus, atau limpa, yang diolah bersama bumbu rempah khas.

Hidangan ini juga menggunakan daun walang, yang memberikan aroma unik seperti serangga walang sangit.

Angeun lada menjadi menu wajib masyarakat Banten, terutama pada momen-momen istimewa seperti perayaan Idulfitri, hajatan, atau acara kumpul keluarga.

9. Leumeung

Leumeung
Foto: Leumeung (Budaya-indonesia.org)

Leumeung terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama santan, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dimasukkan ke dalam bambu untuk dibakar.

Makanan ini semakin nikmat ketika disajikan dengan tambahan lauk seperti telur asin atau serundeng kelapa.

Leumeung biasanya disajikan dalam acara-acara adat atau dijadikan oleh-oleh khas dari wilayah Pandeglang dan sekitarnya.

0 komentar:

Posting Komentar